Categories
Learn

Apa itu GPT? Apa Perbedaannya Dengan MBR?

Apa itu GPT? Apa Perbedaannya Dengan MBR? – Mengatur partisi merupakan hal penting yang harus dilakukan pada hardisk, entah itu ketika baru membeli komputer ataupun baru upgrade hardisk. Saat ini terdapat dua macam tabel partisi, yaitu MBR dan GUID. Sebelumnya saya sempat membahas mengenai MBR, yang bisa Anda baca pada link di bawah ini.

[Baca]: Apa Itu Master Boot Record (MBR)?

Untuk GPT, saya akan membahasnya pada artikel ini. Pasti banyak yang bertanya-tanya apa itu GPT? Bedanya dengan MBR apa? Nah, bermaksud menjawab pertanyaan semacam itu, di artikel ini akan saya bahas mengenai GPT. Dan akan saya tambahkan beberapa mengenai MBR yang mungkin belum sempat dibahas.

Apa Itu GPT (GUID Partition Table)?

Sebenarnya GPT ini merupakan bagian dari EFI system, yang mana GPT ini mendefinisikan standar layout tabel partisi pada hardisk yang menggunakan Global Unique Identifier. Karena banyaknya keterbatasan yang dimiliki oleh MBR, banyak perangkat komputer modern yang mulai beralih ke GPT.

Batasan MBR Disk dan GPT Disk

GPT disk hadir dimaksudkan untuk menggantikan peran MBR yang masih memiliki beberapa kekurangan. Pada MBR, hardisk memiliki batasan limit yang bisa dibilang sangat kecil untuk saat ini, yaitu hanya 2,2TB saja. Kita semua tau kalau saata ini kebutuhan penyimpanan data sangat besar dan akan terus meningkat, selain itu sudah banyak produsen hardisk yang menawarkan space lebih dari 2 TB. Tapi percuma saja kalau kita membeli hardisk dengan space lebih dari 2 TB tetapi masih menggunakan MBR. Selain kapasitas, pembagian partisi pada MBR hanya membolehkan 4 tipe primary saja.

GPT disk mendukung penyimpanan hingga 9,4 ZB dengan dukungan partisi primary yang bisa mencapai 128 partisi.

Pada MBR, informasi mengenai partisi dan lokasi file sistem operasi berada pada sektor pertama dari disk tersebut. Baik firmware ataupun sistem operasi, mereka sangat bergantung pada sektor pertama disk tersebut untuk bisa bekerja dengan normal. Namun, dengan model yang seperti ini, jika sektor pertama pada MBR disk ini corrupt, kemungkinan kehilangan akses data bisa terjadi.

Bermaksud mengatasi hal serupa, GPT mengembangkan sistem pengelolaannya. Dalam GPT, informasi mengenai disk ditiru tidak hanya sekali saja bahkan lebih. Dengan begini disk tersebut masih dapat bekerja dengan baik, meskipun sektor pertama disk rusak.

Apa itu GPT? Apa Perbedaannya Dengan MBR?Apa Saja Perbedaan MBR Disk dan GPT Disk?

Dari uraian di atas, sebenarnya kita sudah dapat memahami beberapa perbedaan yang ada di MBR dan GPT. Nah, untuk lebih jelas lagi saya akan membuatkan list dan beberapa tambahan sebagai berikut:

  1. MBR hanya men-support 4 partisi primary, GPT jauh lebih banyak yaitu bisa sampai 128 partisi primary.
  2. Kapasitas penyimpanan MBR sangat terbatas, yaitu 2 TB saja. Sedangkan GPT bisa sampai 9,4 ZB.
  3. Pada partisi MBR, jika kita ingin menggunakan lebih dari 4 partisi, kita harus mengorbankan satu partisi primari untuk dijadikan extended, baru kemudian bisa membuat banyak partisi logical. Untuk di GPT, kita tidak perlu melakukan hal seperti itu.
  4. Pada MBR hanya sektor pertama saja yang menyimpan informasi mengenai partisi dan sistem operasi.Tetapi di GPT, informasi tersebut dibackup lebih dari satu kali, sehingga meminimalisir akibat jika sektor pertama rusak.
  5. MBR dapat digunakan oleh semua OS. Hanya sistem operasi windows XP 64bit dan windows yang kompatibel saja yang dapat menjalankan GPT.
  6. Untuk dukungan booting 32-bit di GPT, hanya dimiliki oleh windows 8. Sedangkan sistem operasi lain seperti Windows 7, Vista, tidak memiliki dukungan booting 32-bit dari GPT.

Semoga bermanfaat. sumber

Baca juga:

Categories
Learn

Apa Itu Master Boot Record (MBR)? Berikut Pengertian dan Penjelasan Singkatnya

Apa Itu Master Boot Record (MBR)? -Beberapa saat yang lalu, saya sempat menanggapi komentar di salah satu artikel (Cara Instal Windows 7). Yang mana pada komentar tersebut saya sedikt menyinggung tentang tabel partisi, termasuk MBR. Bisa jadi tidak sedikit di antara Anda yang belum paham tentang MBR, atau bahkan masih bingung, banyak bertanya-tanya. Pada artikel ini saya akan sedikit membahas tentang MBR ini.

Apa Itu MBR?

MBR merupakan singkatan dari Master Boot Record. MBR adalah tipe yang spesial dari boot sector ketika hardisk komputer pertama kali kamu partisi. MBR-lah yang memegang informasi mengenai logical partition, yang juga berisi file system, dan yang mengatur system tersebut.

Konsep MBR ini sudah ada sejak 1983. System MBR ini hanya dapat men-support maksimum penyimpanan sebesar 2 TB saja. Seperti yang kita tahu bahwa penyimpanan sekarang sudah banyak yang melebihi kapsitas 2 TB, maka dari itu beberapa proses dari MBR ini sudah mulai digantikan dengan GPT (GUID Partition Table) yang kebanyakan sudah digunakan di komputer baru. Untuk menyesuaikan dengan sistem yang lama, GPT dapat digunakan berdampingan dengan MBR.

Fungsi Master Boot Record

Apa saja fungsi dari Master Boot Record itu? Master boot record sangat berperan saat proses booting, berikut adalah beebrapa fungsinya ketika booting:

  • Mencari partisi yang aktif (dalam hal ini adalah partisi yang menyimpan informasi booting dan melakukan booting)
  • Mencari sector utama dari partisi yang aktif gunanya untuk mendapatkan boot sector dari partisi tersebut,
  • Menyimpan boot sector dari partisi yang aktif ke dalam memory
  • Memberikan kontrol selanjutnya kepada kode yang dapat dijalankan di dalam boot sector

Skema Master Boot Record

Apa Itu Master Boot Record (MBR)? Berikut Pengertian dan Penjelasan Singkatnya

Pada MBR terdapat sebuah tabel partisi yang terdiri atas:

  • Primary Partition¬†Tipe partisi utama pada hardisk. Partisi ini melakukan proses booting untuk masuk ke dalam sistem operasi. Dalam setiap hardisk, jumlah partisi primari dibatasi hanya 4 saja.
  • Extended Partition¬†Merupakan bagian dari partisi utama yang fungsinya untuk merangkap logical partition. Jumlahnya hanya ada 1 di setiap hardisk.
  • Logical Partition Partisi ini tidak dapat menjalankan proses booting, melainkan hanya dapat menyimpan data saja. Jumlahnya di setiap hardisk tidak terbatas. Partisi logical ini berada di dalam partisi extended. Jadi, partisi logical ini bertumpu pada partisi extended.
sumber
Baca juga: