Categories
Learn

Cara Cepat Belajar Menghitung Subnetting IP Address Bagian 1

Seubnetting sering diartikan sebagai metode yang dilakukan untuk membagi blok setiap alamat IP address menjadi beberapa blok IP address. Dari blok yang rentang IP address nya banyak dibuat sehingga membentuk rentang IP address yang lebih sedikit.Sebelum melanjutkan lebih jauh, ada baiknya jika kita mengenal dan memahami terlebih dahulu beberapa istilah yang sering digunakan dalam subnetting seperti di bawah ini.

Network address adalah sebuah alamat IP address yang dipakai untuk mewakili dari sekumpulan host yang tergabung dalam sebuah jaringan. Fungsinya adalah untuk menandai sebuah network agar dapat dibedakan dengan network yang lain. Karena fungsinya tersebut, network address juga dipakai untuk mengirimkan paket dari LAN ke LAN atau jaringan satu ke jaringan lain.

Broadcast address adalah alamat yang digunakan sebuah IP address untuk mengirim paket ke semua host yang ada pada sebuah jaringan/LAN. Berbeda dengan network address, broadcast address tidak diperuntukan untuk untuk mengirim paket ke jaringan lain.

Subnet mask adalah bagian IP address yang dapat menggambarkan jumlah host dari sebuah jaringan. Contoh dari subnetmask, 255.255.255.0 (subnetmask desimal) kemudian dikonversi ke bilangan binary menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000 (subnetmask biner). Pada contoh tersebut bisa kita ketahui terdapat 8 bit angka biner nol, yang berarti jumlah host pada jaringan tersebut adalah 2^8 = 256 host. Karena bilangan tersebut berbentuk binary maka pemangkatan yang digunakan adalah 2.

Classless Inter-Domain Routing (CIDR) merupakan yang dipakai untuk mengalokasikan jumlah alamat yang ada pada blok tertentu. Misal 192.168.0.0/24, pada contoh tersebut yang merupkan CIDR adalah “/24” yang juga sering disebut dengan notasi. Pada kasus ini, bisa kita lihat pula jumlah host yang tersedia. /24 maka jika implementasikan ke bilangan biner menjadi 11111111.11111111.11111111.00000000, dengan melihat bilangan tersebut maka sudah bisa kita ketahui jumlah host yang tersedia.

Host valid / IP valid adalah alamat IP address yang dapat digunakan oleh host. Misal dalam rentang IP address 192.168.1.0/24, maka host jumlah host valid nya adalah 192.168.1.1 – 192.168.1.254. Sedangkan Ip address pertama 192.168.1.0 merupakan Network address dan IP address kedua 192.168.1.255 merupakan broadcast address.

Power of 2. Yang dimaksud dengan power of 2 adalah pemangkatan angka 2 dengan bilang mulai dari nol, 1, 2 dan seterusnya, yang penting bilangan tersebut haruslah angka genap positif. Yang mesti diingat dalam pemangkatan angka 2 adalah sebagai berikut:

2^0 = 1
2^1= 2
2^2=2 x 2 = 4
2^3=2 x 2 x 2 = 8
2^4= 2 x 2 x 2 x 2 = 16
2^5= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 32
2^6= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 64
2^7=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 128
2^8=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 256
2^9=2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 512
2^10= 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 x 2 = 1024

Baiklah, bekal diatas saya rasa sudah cukup untuk mulai berhitung. đŸ™‚

A. IP address class C Subnetting

Tentukan IP address yang akan mau disubnetting, misalnya 192.168.1.0/24. Agar lebih mudah memahaminya, saya gunakan CIDR dalam penulisan IP address nya. Sebelum lanjut, saya akan manampilkan CIDR secara lengkap.

Subnet mask         CIDR/Notasi
255.0.0.0                /8
255.128.0.0            /9
255.192.0.0            /10
255.224.0.0            /11
255.240.0.0            /12
255.248.0.0            /13
255.252.0.0            /14
255.254.0.0            /15
255.255.0.0            /16
255.255.128.0         /17
255.255.192.0         /18
255.255.224.0         /19
255.255.240.0         /20
255.255.248.0         /21
255.255.252.0         /22
255.255.254.0         /23
255.255.255.0         /24     ———–> # Awal dari Class C
255.255.255.128     /25
255.255.255.192     /26
255.255.255.224     /27
255.255.255.240     /28
255.255.255.248     /29
255.255.255.252     /30

Setelah itu kita lakukan subnetting terhadap ip private yang termasuk dalam class C.

IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/24
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.00000000
Subent mask decimal = 255.255.255.0
Jumlah Blok = 2^0 = 1
Jumlah host/blokl = 2^8 = 256
Jumlah host valid = 256 – 2 =254
Blok Pertama: (total host 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255)
Network address = 192.168.1.0
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254
Broadcast address = 192.168.1.255

Berikut ini adalah penjelasan dari cara perhitungan diatas.
1. Subnet mask binner (SM Binner)
Jumlah bit binner pada IP address adalah 32 bit, yang terbagi atas 4 oktet. Setiap oktet terdiri atas 8 bit yang dibatasi dengan titik atau dot. Berdasarkan CIDR atau notasi yang ditentukan diawal perhitungan tadi, yaitu /24. Maka bisa ditentukan bahwa Subnetmask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000;

2. Subnet mask decimal (SM Decimal)
Subnet mask desimal merupakan konversi dari subnet mask binner. Karena Subnet mask binner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000, maka subnet decimal 255.255.255.0;

3. Jumlah blok
Karena seubnetting ini dilakukan pada kelas C, maka yang merupakan NET ID adalah tiga oktet pertama dan yang merupkan HOST ID. Perlu kita ketahui yang menetukan jumlah blok pada sebuah IP address adalah jumlah bit 1 pada HOST ID. Karena pada HOST ID tidak terdapat bit 1, maka jumlah blok pada ip address tersebut adalah 2^0 = 1.

4. Jumlah host/blok
Cara penghitungan jumlah host ini merupakan kebalik dari perhitungan jumlah blok. Untuk mencari jumlah host, yang perlu diperhatikan adalah jumlah bit 0 pada SM Binner diatas. Karena pada SM BInner tersebut terdapat 8 bit 0, maka jumlah host nya adalah 2^8 = 256.

5. Jumlah Host valid atau IP Valid
Jumlah total range IP address diatas adalah 256 yang terdiri atas 192.168.1.0 s/d 192.168.1.255; Untuk menentukan IP valid, maka Jumlah Host – 2 (network address dan broadcast address). Jadi Karena pada ip address terdapat 3 jenis address, yaitu network address, broadcast address, dan IP valid. Maka IP address tersebut dibagi menjadi 3 bagian, yaitu 192.168.1.0 sebagai network address, 192.168.1.255 sebagai broadcast address, dan yang menjadi range IP valid adalah 192.168.1.1 s/d 192.168.1.254;

Setelah saya menjelaskan tentang metode perhitungan diatas, saya akan berikan lagi contoh perhitungan dengan notasi yang berbeda agar semakin mudah dipahami terlebih bagi yang masih belajar.

IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/25
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.100000
Subent mask decimal = 255.255.255.128 (didapat dari 2^7=128)
Jumlah Blok = 2^1 = 2
Jumlah host/blokl = 2^7 = 128
Jumlah host valid = 128 – 2 =126
Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.127)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127
Blok Kedua: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.255) pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.128
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.129 s/d 192.168.1.254
Broadcast address =  192.168.1.255

IP address yang akan kita subnetting adalah 192.168.1.0/26
Subnet mask binner = 11111111.11111111.11111111.11000000
Subent mask decimal = 255.255.255.192 {didapat dari (2^7) + (2^6) = 192 }
Jumlah Blok = 2^2 = 4
Jumlah host/blokl = 2^6 = 64
Jumlah host valid = 64 – 2 = 62
Blok Pertama: (total range 192.168.1.0 sampai 192.168.1.63)
Network address = 192.168.1.0;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.1 s/d 192.168.1.62
Broadcast address = 192.168.1.63;
Blok Kedua: (total range 192.168.1.64 sampai 192.168.1.127)  pada blok kedua, urutan host melanjutkan blok pertama.
Network address = 192.168.1.64;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.65 s/d 192.168.1.126
Broadcast address = 192.168.1.127;
Blok Ketiga: (total range 192.168.1.128 sampai 192.168.1.191)  pada blok ketiga, urutan host melanjutkan blok kedua.
Network address = 192.168.1.128;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.129 s/d 192.168.1.190
Broadcast address = 192.168.1.191;
Blok Keempat: (total range 192.168.1.192 sampai 192.168.1.255) pada blok keempat, urutan host melanjutkan blok ketiga.
Network address = 192.168.1.192;
Host Valid atau IP Valid = 192.168.1.193 s/d 192.168.1.254
Broadcast address = 192.168.1.255;

Untuk menghitung IP address dengan CIDR atau notasi /27, /28, /29, /30 silahkan Anda coba sendiri, sekaligus untuk berlatih menghitung. Semoga bermanfaat. đŸ™‚

Baca juga artikel penting ini:

Categories
Learn

Apa Itu ‘IP Conflict’ dan Bagaimana Cara Mengatasi Masalah Ini?

Apa Itu IP Conflictc dan Bagaimana Cara Mengatasinya – Mungkin komputer atau perangkat jaringan Anda pernah menampilan notifikasi mengenai IP Konflik. Dalam kondisi IP konflik tersebut, ada kemungkinan Anda tidak dapat terhubung sama ke internet. Alasannya simpel, mungkin memang tidak punya akses atau sambungan dengan IP konflik ini tidak dapat digunakan.

IP konflik ini termasuk masalah yang tidak umum terjadi, namun sangat nyata dan mengganggu kenyamanan penggunanya. Jika terjadi konflik alamat IP terhadap dua atau lebih komputer/device, kemungkinan yang dapat terkoneksi dengan baik hanyalah satu komputer saja, sedangkan yang lainnya tidak dapat terkoneksi sama sekali.

Apa sebenarnya IP Konflik Itu?

Konflik IP bisa terjadi ketika dua atau lebih komputer atau perangkat lain (yang support IP address) dalam jaringan menggunakan alamat IP yang sama. Ingat, IP address merupakan tanda pengenal dalam jaringan, sehingga sifatnya unik atau tidak boleh ada yang sama.

Biasanya, konflik alamat IP terjadi pada jaringan local (LAN). Setiap perangkat yang support alamat IP berpotensi mengalami konflik IP dengan perangkat lainnya dalam satu jaringan.

Kita tau penamaan alamat IP ada dua macam, yaitu IP statis dan IP dinamis. IP statis diisi secara manual, yang artinya tidak akan berubah selama pemilik tidak merubahnya. IP dinamis merupakan IP yang disetting secara otomatis, biasanya bersifat hanya sementara dan akan bekerja jika terhubung ke router yang memiliki layanan DHCP server.

Apa saja penyebab dari IP konflik ini?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan konflik IP dalam sebuah jaringan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Seorang administrator jaringan sengaja ataupun tidak sengaja telah memberi alamat IP yang sama terhadap dua atau lebih komputer atau perangkat lain.
  2. Seorang administrator jaringan telah memberikan alamat IP statis yang sebenarnya telah berada dalam jangkauan DHCP, dan pada saat yang sama alamat tersebut secara otomatis telah diberikan oleh DHCP server kepada komputer lain.
  3. Kerusakan atau problem yang terjadi pada DHCP server memungkinkan terjadinya pemberian alamat yang sama ke beberapa komputer sekalipun diberikan secara otomatis.
  4. ISP (Internet Service Provider) yang sengaja atau tidak sengaja telah memberikan dua pelanggan alamat IP yang sama (baik statis ataupun dinamis).
  5. Sebuah device yang terkonfigurasi IP dan berada dalam keadaan stand by/hibernate, kemudian saat kembali aktif alamat yang sama telah digunakan perangkat lain.

Bagaimana mengetahui masalah IP konflik?

Pada beberapa versi sistem operasi windows, jika kamu memaksa menggunakan alamat IP yang sudah digunakan oleh perangkat lain, kamu mungkin akan melihat salah satu pesan kesalahan berupa pop-up berikut:

  • The static IP address that was just configured is already in use on the network. Please reconfigure different IP address
  • There is an IP address conflict with another system on the network.
  • The system has detected a conflict for IP address…

Tidak hanya di windows, di Linux ataupun Mac juga akan menampilkan pesan serupa jika terjadi konflik IP.

Tapi tanda yang paling nyata untuk permasalahan IP konflik ini adalah kualitas konektivitas yang kurang baik bahkan tidak dapat terkoneksi.

Bagaimana cara mengatasi IP Konflik?

Kamu bisa mencoba beberapa trik berikut untuk mengatasi masalah IP konflik yang terjadi dalam jaringan.

  1. Untuk jaringan yang setiap komputer menggunakan IP static, saya rasa sangat mudah. Bahkan kalau kamu administratornya, hal ini dapat kita hindarkan. Pastikan setiap komputer yang terhubung telah menggunakan IP address yang unik (tidak ada yang sama). Tips: alangkah baiknya memberikan alamat secara berurut agar mudah mengingat IP address yang telah dipakai.
  2. Terkadang masalah ini bisa terjadi akibat kesalahan router sendiri (selaku yang memiliki layanan DHCP). Jika demikian, cobalah reboot router pada jaringan Anda dan ketika telah jalan normal, IP address baru akan diberikan pada setiap komputer.
  3. Dari sisi DHCP client, jika komputer kamu mendapat IP address yang sama dengan komputer lain, kamu bisa memperbarui alamat tersebut. Untuk windows gunakan perintah ipconfig /release pada command prompt, di Linux gunakan perintah dhclient -r pada terminal.
  4. Jika memungkinkan, Anda harus masuk ke sistem dalam router (DHCP server) untuk menentukan IP address tertentu hanya digunakan perangkat tertentu.
  5. Jika masih belum bisa, cobalah upgrade firmware pada router yang dipakai. Biasanya source file untuk upgrade bisa Anda dapatkan dari situs web produsen router tersebut.

Itulah penjelasan mengenai IP konflik, mulai dari pengertian, penyebab, tanda-tanda, hingga cara mengatasinya. Jika kamu masih merasa bingung, cobalah berikan tanggapanmu di komentar. Semoga bermanfaat.

Refrensi:
http://www.makeuseof.com/tag/whats-ip-conflict-resolve/
http://compnetworking.about.com/od/workingwithipaddresses/f/ip_conflict.htm